Rabu, 18 Februari 2009

Demokrat Anggap M Yasin Biasa-biasa Saja


Kamis, 9 Oktober 2008 09:34 WIB
JAKARTA, KAMIS — Partai Demokrat (PD) sebagai partai pendukung pemerintah tidak menganggap mantan anggota tim sukses SBY-JK, M Yasin—yang mencalonkan diri menjadi presiden—sebagai sosok yang menakutkan
"Itu hak politik pribadi M Yasin, tidak ada yang aneh, biasa saja dalam ukuran demokrasi. Siapa pun juga berhak berpikir dan bebas bercita-cita sebagai presiden. Partai Demokrat (PD) memandang semua capres sebagai rival," kata Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik Anas Urbaningrum kepada Persda Network, Kamis (9/10). Diberitakan sebelumnya, usai pensiun dari TNI (1/10), M Yasin dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pakar Pangan. Bahkan, bulan lalu, M Yasin menyatakan niatnya mundur sebagai Sekjen Wantanas untuk kemudian resmi menjadi caleg Pakar Pangan untuk dapil Jawa Barat dan menyatakan kesiapannya sebagai capres untuk 2009. M Yasin sebelumnya sempat disebut-sebut masuk dalam bursa calon Kepala BIN yang pada akhirnya dimenangi Syamsir Siregar dan sempat masuk bursa calon mendagri saat M Maruf sakit. Ketua Umum DPP PD Hadi Utomo, Rabu (8/10), menanggapi keputusan M Yasin memilih jalur politik berbeda merupakan tindakan wajar di alam demokrasi. "Wajar saja kan orang pindah ke partai lain. Biasa itu dalam demokrasi dan enggak ada masalah," ujar Hadi Utomo.
Menurut Hadi, M Yasin yang sudah pensiun dari jabatannya sebagai Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas RI) kini sudah menjadi warga sipil biasa yang memiliki hak politik. Ia tidak sepakat bila dikatakan M Yasin sudah menyatakan diri menjadi rival SBY pada Pilpres 2009.
Anas Urbaningrum kemudian menegaskan kembali. Partainya tidak under estimate terhadap M Yasin dan sebaliknya, tidak akan bersikap over estimate pula. "PD tidak melihat rival (para kandidat capres) sebagai momok menakutkan. Rakyatlah yang akan menentukan apakah para capres yang dianggap pantas untuk menjadi pemimpin atau tidak. Atau, hanya dianggap numpang lewat dalam bursa capres saja," tandas Anas Urbaningrum. (Persda Network/Rachmat Hidayat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar