Rabu, 18 Februari 2009

M Yasin: "Saya Tidak di Belakang Layar Lagi"

Kamis, 18 September 2008 11:32 WIB
Dalam Dukungan Terhadap M. Yasin Untuk President 2009 yang diadakan oleh PB PMII di Taman Ismail Marzuki (TIM), Rabu (17/9) sore, M Yasin menyatakan tidak sepakat usia muda menjadi jaminan sebagai penghubung lintas generasi. M Yasin lebih sepakat bila dikatakan kandidat capres haruslah memiliki jiwa muda.
"Berusia muda tidak jaminan mampu menjembatani kaum muda dan generasi tua di era kepemimpinan nasional baru nanti. Figur calon presiden mendatang adalah yang mampu menerapkan komunikasi lintas generasi," katanya dalam gelaran dialog bertajuk ”Memperkuat Kepemimpinan Nasional dan Menggagas Perubahan Mendasar Bangsa”
Dialog ini juga dihadiri Direktur Freedom Institute Rizal Malarangeng serta adik kandung Gus Dur, KH Salahudin Wahid. M Yasin kemudian mengungkapkan, masyarakat sebetulnya menantikan figur pemimpin nasional, memiliki kesanggupan menyelesaikan perosoalan ekonomi bangsa, baik pada sektor kemiskinan serta pengangguran. Namun begitu, urainya, modal kemampuan tidaklah cukup. Perlu juga ditopang kelihaian berkomunikasi yang mampu membuat kondisi masyarakat tidak menjadi apatis kepada pemerintahan yang akan terbentuk pasca-Pilpres 2009 mendatang.
"Seorang pemimpin itu bisa bersikap enjoy, terutama di kalangan anak muda. Berani mengambil sikap tentu sangat diperlukan juga. Seorang pemimpin itu yang bisa pula menempatkan dirinya membaur di tengah masyarakat di semua lapisan," ujarnya yakin. "Bisa berbaur, paling tidak mengetahui kondisi masyarakat sebenarnya. Saya sudah terbiasa berbaur dengan para aktivis, termasuk mahasiswa," katanya, yang juga calon anggota legislatif Pakar Pangan untuk dapil Jabar VIII ini lagi.
Ia beranggapan, tidak benar bila para penegak hukum kemudian menjadi takut dengan mahasiswa, apalagi takut dikritik sehingga enggan memenuhi undangan yang diadakan para calon intelektual bangsa. Dalam setiap kesempatan, para aktivis baik dari kelompok Cipayung sampai Badan Eksekutif Mahasiswa, M Yasin mengaku kerap mengundangnya berdialog. "Saat ini saya tidak akan berada di belakang layar lagi. Terlebih jelang Pemilu legislatif dan Pilpres 2009 mendatang. Saya sudah siap untuk pasang badan," tandasnya. (Persda Network/Rachmat Hidayat)

M Yasin Siap Bertarung dengan SBY


M. Yasin adalah berarti Yakin Suksekan Indonesia

Ya sin adalah surat ke 36 dalam Alquran kalau dijumlah 3+6 =9 maka tahun 2009 inilah M.Yasin akn memimpin umat Islam di Nusantara

Sederet mantan jendral sudah menyatakan kesiapannya untuk memperbutkan kursi RI-1. Incumbent Presiden SBY dipastikan siap bertarung lagi. Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sudah menyatakan maju.

Kemudian nama Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dan Letjen Purnawirawan Prabowo yang diusung oleh Partai Gerindra sebagai capres 2009. Nama lain mantan jendral yang samar-samar terdengar maju sebagai capres adalah Kivlan Zen. Dari semua kandidat capres yang sudah muncul mendapat respon dari masyarakat melalui survey yang dilakukan oleh lembaga polling. Namun dari semua nama itu, ada seorang mantan jenderal M Yasin yang ikut bersaing. Nama mantan Sekjen Wantanas ini memang muncul belakangan, diusung oleh Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan).

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengungkapkan, ada dua pemikiran untuk menganalisa M Yasin yang berkeinginan maju sebagai capres. Memang didasari niat serius atau sekadar memecah suara saja jelang Pilpres 2009 nanti. "Jadi (M Yasin) bisa iya, bisa tidak serius menjadi capres. Soalnya, bisa saja dan tidak mustahil suara Pakar Pangan nanti akan diberikan kepada SBY. Atau memang, M Yasin ingin maju (sebagai capres) lantaran kecewa berat kepada Presiden SBY," kata Qodari. Ia menyayangkan kalau M Yasin betul-betul ingin menjadi rival Presiden SBY lantaran pada Pilpres 2004 lalu begitu dekat dengan SBY. "Bahkan dulu (M Yasin) berani pasang badan untuk SBY. Nah, kalau memang niatnya memang benar-benar mau jadi kandidat capres, ini sah dalam politik. Dulu kawan sekarang lawan. Ini pernah terjadi dengan tokoh-tokoh politik sebelumnya, baik Gus Dur, Megawati, Soeharto maupun Soekarno," jelas Qodari. Semua kandidat capres sekarang ini sudah menjadi warga negara biasa. Namun, tak bisa dipungkiri status mantan purnawirawan TNI akan ditetap disandang

.Sementara itu pada waktu yang bersamaan Sekjen Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) Jackson Kumaat mengatakan majunya M Yasin Sebagai capres merupakan suatu bentuk bunga demokrasi. Bahkan, kata Jackson, M Yasin tidak gentar meski harus berhadapan dengan Presiden SBY, meski mereka pernah berkawan lama. "Ini demokrasi, majunya M Yasin akan membuat banyak pilihan bagi rakyat agar dapat memilih presiden yang benar-benar tepa.


Saya rasa sekarang ini rakyat sudah bisa mengetahui mana capres yang tepat, bersih dari kasus korupsi dan tidak melindung koruptor, serta bersih pula dari pelanggaran HAM", ujarnya.Jackson menambahkan, masyarakat juga harus memilih presiden yang benar-benar merakyat agar nantinya masyarakat tidak menderita. "Dengan banyaknya calon yang akan maju maka nantinya masyarakatlah yang akan jadi penentu," tukas Jackson. (Dng)

M. Yasin lebih pantas memimpin dibanding SBY


INILAH.COM, Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional Partai Karya Perjuangan (DPN Pakar Pangan) mengaku sudah mempersiapkan figur bakal calon presiden (capres) apabila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menjadi capres 2009 mendatang.
"Kami sudah mempersiapkan Sekjen Wantanas(Dewan Ketahanan Nasional, red) Letjen M Yasin sebagai capres dari Pakar Pangan," kata Ketua Umum DPN Pakar Pangan Jackson Kumaat, di Jakarta, Sabtu (30/8).
Sebelumnya Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia Prasetyo Sunaryo usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Yudhoyono hingga saat ini masih mempertimbangkan untuk kembali maju dalam Pemilihan Presiden 2009, karena masih melaksanakan tugas yang diembannya hingga akhir masa jabatan
Jackson mengatakan, pihaknya menghargai sikap SBY, yang dengan arif akan mempertimbangkan masa depan negara, meski tidak menutup kemungkinan Yudhoyono kembali akan menjadi capres pada Pilpres 2009.
Meski demikian menurut Jackson, alasan mengusung M Yasin dilakukan setelah Yasin memenuhi tiga syarat capres dari partai itu. "Capres mendatang harus memiliki kriteria BBM atau Bersih, Berani dan Merakyat," kata dia.
Jackson mengatakan hal itu, menanggapi bakal capres yang diusung Pakar Pangan, pada Pilpres mendatang. Yasin selama ini menjadi 'inisiator' Pakar Pangan. Yasin juga dianggap mampu mengkomunikasikan kultur generasi tua dan generasi muda.
Ia mengatakan, tingginya golput pada Pemilu 2004 dan adanya sikap apatis pemilih pemula saat ini, merupakan bukti, bahwa figur baru masih dinantikan oleh masyarakat. M Yasin dianggap figur yang tepat setelah simpatisan dan kader Pakar Pangan di berbagai daerah di Tanah Air mengusulkan nama tersebut ke kantor pusat Pakar Pangan.
Pakar Pangan juga terus menjalin komunikasi dengan kelompok golput, kalangan pelajar dan mahasiswa yang pada Pemilu mendatang merupakan pemilih pemula. Hasilnya, menurut Jackson ,kelompok pemilih ini mendambakan wajah baru yang segar, sekaligus berani dalam bertindak.
"Mudah-mudahan, kondisi ini bertahan hingga menjelang Pemilu dan Pilpres, sehingga nama M Yasin masih dinantikan publik," ujarnya.[*/L8]
$(function(){$('#inilahtabs').tabs();});

Demokrat Anggap M Yasin Biasa-biasa Saja


Kamis, 9 Oktober 2008 09:34 WIB
JAKARTA, KAMIS — Partai Demokrat (PD) sebagai partai pendukung pemerintah tidak menganggap mantan anggota tim sukses SBY-JK, M Yasin—yang mencalonkan diri menjadi presiden—sebagai sosok yang menakutkan
"Itu hak politik pribadi M Yasin, tidak ada yang aneh, biasa saja dalam ukuran demokrasi. Siapa pun juga berhak berpikir dan bebas bercita-cita sebagai presiden. Partai Demokrat (PD) memandang semua capres sebagai rival," kata Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik Anas Urbaningrum kepada Persda Network, Kamis (9/10). Diberitakan sebelumnya, usai pensiun dari TNI (1/10), M Yasin dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pakar Pangan. Bahkan, bulan lalu, M Yasin menyatakan niatnya mundur sebagai Sekjen Wantanas untuk kemudian resmi menjadi caleg Pakar Pangan untuk dapil Jawa Barat dan menyatakan kesiapannya sebagai capres untuk 2009. M Yasin sebelumnya sempat disebut-sebut masuk dalam bursa calon Kepala BIN yang pada akhirnya dimenangi Syamsir Siregar dan sempat masuk bursa calon mendagri saat M Maruf sakit. Ketua Umum DPP PD Hadi Utomo, Rabu (8/10), menanggapi keputusan M Yasin memilih jalur politik berbeda merupakan tindakan wajar di alam demokrasi. "Wajar saja kan orang pindah ke partai lain. Biasa itu dalam demokrasi dan enggak ada masalah," ujar Hadi Utomo.
Menurut Hadi, M Yasin yang sudah pensiun dari jabatannya sebagai Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas RI) kini sudah menjadi warga sipil biasa yang memiliki hak politik. Ia tidak sepakat bila dikatakan M Yasin sudah menyatakan diri menjadi rival SBY pada Pilpres 2009.
Anas Urbaningrum kemudian menegaskan kembali. Partainya tidak under estimate terhadap M Yasin dan sebaliknya, tidak akan bersikap over estimate pula. "PD tidak melihat rival (para kandidat capres) sebagai momok menakutkan. Rakyatlah yang akan menentukan apakah para capres yang dianggap pantas untuk menjadi pemimpin atau tidak. Atau, hanya dianggap numpang lewat dalam bursa capres saja," tandas Anas Urbaningrum. (Persda Network/Rachmat Hidayat)